Jumat, 24 Januari 2014
Posted by Unknown
PUISI UNTUK GURU


Sebaris kata yang teramat indah 
terungkap dari seorang Ibu
Untuk terlepas dari ke bodohan 
“HABIS GELAP TERBITLAH TERANG"

Guru bagai terang dalam kegelapan. 
Semerbak wangi di taman 
yang teduh membuka jalan, 
dan mata hati untuk ilmu pengetahuan. 

Guru….tanpamu kami tak berarti apa-apa denganmu, 
kami bisa jadi bermanfaat bagi negeri ini. 
Bagai embun di pagi hari


PUISI UNTUK AYAH
Ayah...
Aku tau tubuhmu tak sekekar yang kulihat,
Namun jiwamulah yang menjadi kuat,
Kau abaikan alis keriputmu yang berkeringat,
Demi sesuap nasi yang kami dapat,
Ayah..,
Andai aku bisa,
Akan ku pinta engkau tidak bekerja,
Biarlah dirimu menjadi raja,
Bertahta diatas dunia,
Ayah. . ,
Aku malu,
Dengan semangatmu yang menggebu,
Ayah. . ,
Aku ragu,
Bisakah ku membahagiakanmu,
Sebelum angin berhenti menderu.
 
 TANGISAN MATA BUNDA

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

Cerpen menarik.

Jumat, 17 Januari 2014
Posted by Unknown


Kemuliaan hati seorang anak
Suatu hari, ada anak bernama Eka. Eka bersekolah di SMA Tunas Bangsa. Eka adalah anak kurang mampu. Dia mampu bersekolah di sma karena beasiswa. Dia salah satu murid pintar yang berada di sekolahnya. Dia orang kurang mampu karena ayahnya hanya bekerja sebagai pemulung. Sementara ibunya sebagai pembantu. Eka sering diejek oleh teman-teman nya yang sok kaya, tapi Eka tidak patah semangat.
Suatu hari Eka naik sepeda ke sekolahnya. Kemudian dia ditabrak oleh Ana yang membawa mobil yang tidak lain adalah teman sekolahnya. Ana adalah anak orang kaya, dia pintar tapi dia sangat sombong dan angkuh. Ana pun marah kepada Eka. "Eka, apa kamu gak lihat ada mobil yang mau lewat? Jadi lecet deh mobil aku!" Eka membalas "Maaf saya nggak tau kalau ada mobil kamu." "Percuma ngomong sama kamu, kamu pasti gak bisa ganti lecet mobil aku." Sahut Ana. Lalu Ana masuk ke dalam mobil dan segera pergi ke sekolah. Baju Eka pun kotor. Tapi Eka hanya bisa beristigfar. Eka pun bergegas ke sekolah.
Di dalam kelas Eka ditanyai oleh temennya yang baik. Fendi. Fendi adalah temen yang paling baik bagi Eka. Fendi suka pada Eka. "Loh Ka? Kenapa seragam mu kotor?" "Aku tadi hanya jatuh sedikit" sahut Eka. "Tapi kamu gak apa-apa kan?" Fendi balas. "Aku gak papa kok". Eka pun tersenyum.
SMA Tunas Bangsa sebentar lagi berulang tahun dan akan mengadakan banyak lomba. Eka pun dipilih untuk mengikuti lomba puisi. Ana juga akan mengikuti lomba. Saat akan berjalan ke Kantin Eka bertemu dengan Ana. "Apakah kamu akan ikut lomba puisi? "Ana bertanya. "Aku akan mengikutinya" sahut Eka. "Meskipun kamu akan mengikutinya aku pasti yang akan menang. Aku kan pintar." Kata Ana sombong. Eka pun tidak menghiraukan dan meninggalkan Ana.
Ana menjadi marah karena Eka tidak menghiraukannya. Sifat licik Ana pun muncul dan Ana dan teman-teman nya mengambil air dan menyiramnya ke lantai. Saat Eka lewat Eka terpeleset dan jatuh. Ana dan teman-temannya tertawa." Rasain tuh emang enak." Sahut Ana dengan tertawa. Kemudian Fendi dan Reni Teman baik Eka datang dan segera menolong Eka. "Kenapa sih kamu ingin banget nyelakain Eka? Apa salah dia? " Tanya Reni. "Aku hanya memberi pelajaran pada anak kampungan ini" Ana pun bergegas pergi. "Sudah biarkan saja Ana. Aku gak papa kok." Eka menjawab.
Bel sekolah berbunyi. Semua murid merapikan alat tulisnya dan meninggalkan kelas. Sampai dirumah Ana Terpeleset dan terjatuh. Ana berteriak. "Bi.... kalau sedang ngepel bilang dong!" "Maaf kan saya non. Saya nggak tau kalau non Ana pulang." Ana pun semakin jengkel dan bergegas menuju kamarnya. Anting Ana lepas dan jatuh di sampah. Pembantu Ana yang tak lain adalah ibu Eka membuang sampah itu ke tukang sampah yang sedang lewat. Tukang sampah membawanya ke TPA dan Ayah Eka menemukan anting itu di TPA. Ayah Eka segera membawa pulang anting itu.
Sesampainya di rumah, Ayah Eka memberitahukan kepada Eka bahwa kalau dia menemukan anting itu. Eka pun melihat anting itu dan dia ingat bahwa anting itu adalah milik Ana. "Yah. Itu anting milik temanku Ana. Dia pasti sedih bahwa antingnya hilang." Eka bicara. "Jika itu memang punya temen kamu maka kembalikanlah." Sahut ayah Eka. Esok nya lomba puisi pun dimulai. Eka sangat bersemangat mengikuti lomba itu. Berbeda dengan Eka, Ana kelihatan sangat sedih. Eka membuat puisi sebagai berikut:

Ayah
Kau selalu menafkahi keluarga
Kerja banting tulang tanpa lelah
Untuk anak mu yang kau cinta
Ayah
Kau tak pernah lupa janji mu
Untuk selalu memberi yang terbaik
Bagi ibuku dan aku
Ayah
Jerih payahmu tak kau hiraukan
Dan aku kan selalu mengenangmu
Sampai kapanpun itu

Ana pun tidak bisa berfikir untuk membuat puisi. Dia pun tidak lolos karena waktunya sudah habis. Saat pengumuman. Ternyata juara 1 adalah Eka. Fendi dan Reni sayang senang mendengarnya. Begitupun Eka. Tapi Eka masih bingung apa yang membuat Ana menjadi sedih. Eka pun teringat kalau anting Reni kan hilang. Eka bergegas menemui Reni dan setibanya Ana berkata. "Sudah puas kamu bikin aku sedih!" "Aku nggak ingin ngomong masalah itu. Aku hanya ingin mengembalikan ini." Ana membuka kertas itu dan didalamnya ada antingnya yang hilang itu. "Anting aku kok bisa adadl di kamu?" Tanya Ana. "Ayahku menemukannya di TPA. Aku tau bahwa itu punyamu dan ku kembalikan deh." Ana pun terharu mendengar perkataan Eka. Ana pun langsung memeluk Eka dan berkata. "Maafkan aku ya Ka. Selama ini aku udah jahat banget sama kamu. Hatimu sangat baik sekali. Aku gak tau harus berbuat apa. Sekali lagi terima kasih." Eka hanya bisa tersenyum dan kemudian Eka dan Ana menjadi sahabat baik selamanya.... 


Mengenai saya

Assalamualaikum... Perkenalkan nama saya Dio Ardi Yulindra. Sapaan akrab nya adalah Dio. Aku berusia 15 tahun. Aku lahir di Malang tanggal 30 Agustus 1998. Alamat rumah ku di jalan Bandulan gg5/721B Malang. Saya sekarang bersekolah di SMK Putra Indonesia Malang. Kls 10. Saya baru lulus dari SMPN 6 Malang tahun angkatan 2012/2013. Ayah ku bernama Kariadi dan sekarang bekerja sebagai wiraswasta. Ibuku bernama Yuliati. Aku mempunyai dua saudara. Aku anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak ku perempuan bernama Ika Yulia Ningsih. Sekarang bekerja di PT. Bronson. Adik ku perempuan juga bernama Allisya Diva Nadia. Skrng masih duduk di kelas 4 SD. Hobi ku adalah bermain bulu tangkis, bermain gitar, dan bernyanyi. Cita-cita ku jadi laboran di lab. Itu sedikit biodata ku. Wassalamualaikum...

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Welcome to My Blog

Popular Post

Selamat Datang.....

Followers

- Copyright © 2013 Dio's Blog -Dark Amaterasu Template -