Kemuliaan hati seorang anak
Suatu hari, ada anak bernama Eka. Eka bersekolah di SMA Tunas Bangsa. Eka
adalah anak kurang mampu. Dia mampu bersekolah di sma karena beasiswa. Dia
salah satu murid pintar yang berada di sekolahnya. Dia orang kurang mampu karena
ayahnya hanya bekerja sebagai pemulung. Sementara ibunya sebagai pembantu. Eka
sering diejek oleh teman-teman nya yang sok kaya, tapi Eka tidak patah
semangat.
Suatu hari Eka naik sepeda ke sekolahnya. Kemudian dia ditabrak oleh Ana
yang membawa mobil yang tidak lain adalah teman sekolahnya. Ana adalah anak
orang kaya, dia pintar tapi dia sangat sombong dan angkuh. Ana pun marah kepada
Eka. "Eka, apa kamu gak lihat ada mobil yang mau lewat? Jadi lecet deh
mobil aku!" Eka membalas "Maaf saya nggak tau kalau ada mobil
kamu." "Percuma ngomong sama kamu, kamu pasti gak bisa ganti lecet
mobil aku." Sahut Ana. Lalu Ana masuk ke dalam mobil dan segera pergi ke
sekolah. Baju Eka pun kotor. Tapi Eka hanya bisa beristigfar. Eka pun bergegas
ke sekolah.
Di dalam kelas Eka ditanyai oleh temennya yang baik. Fendi. Fendi adalah
temen yang paling baik bagi Eka. Fendi suka pada Eka. "Loh Ka? Kenapa
seragam mu kotor?" "Aku tadi hanya jatuh sedikit" sahut Eka.
"Tapi kamu gak apa-apa kan?" Fendi balas. "Aku gak papa
kok". Eka pun tersenyum.
SMA Tunas Bangsa sebentar lagi berulang tahun dan akan mengadakan banyak
lomba. Eka pun dipilih untuk mengikuti lomba puisi. Ana juga akan mengikuti
lomba. Saat akan berjalan ke Kantin Eka bertemu dengan Ana. "Apakah kamu
akan ikut lomba puisi? "Ana bertanya. "Aku akan mengikutinya"
sahut Eka. "Meskipun kamu akan mengikutinya aku pasti yang akan menang.
Aku kan pintar." Kata Ana sombong. Eka pun tidak menghiraukan dan
meninggalkan Ana.
Ana menjadi marah karena Eka tidak menghiraukannya. Sifat licik Ana pun
muncul dan Ana dan teman-teman nya mengambil air dan menyiramnya ke lantai.
Saat Eka lewat Eka terpeleset dan jatuh. Ana dan teman-temannya tertawa."
Rasain tuh emang enak." Sahut Ana dengan tertawa. Kemudian Fendi dan Reni
Teman baik Eka datang dan segera menolong Eka. "Kenapa sih kamu ingin
banget nyelakain Eka? Apa salah dia? " Tanya Reni. "Aku hanya memberi
pelajaran pada anak kampungan ini" Ana pun bergegas pergi. "Sudah
biarkan saja Ana. Aku gak papa kok." Eka menjawab.
Bel sekolah berbunyi. Semua murid merapikan alat tulisnya dan meninggalkan
kelas. Sampai dirumah Ana Terpeleset dan terjatuh. Ana berteriak. "Bi....
kalau sedang ngepel bilang dong!" "Maaf kan saya non. Saya nggak tau
kalau non Ana pulang." Ana pun semakin jengkel dan bergegas menuju
kamarnya. Anting Ana lepas dan jatuh di sampah. Pembantu Ana yang tak lain
adalah ibu Eka membuang sampah itu ke tukang sampah yang sedang lewat. Tukang
sampah membawanya ke TPA dan Ayah Eka menemukan anting itu di TPA. Ayah Eka
segera membawa pulang anting itu.
Sesampainya di rumah, Ayah Eka memberitahukan kepada Eka bahwa kalau dia
menemukan anting itu. Eka pun melihat anting itu dan dia ingat bahwa anting itu
adalah milik Ana. "Yah. Itu anting milik temanku Ana. Dia pasti sedih
bahwa antingnya hilang." Eka bicara. "Jika itu memang punya temen
kamu maka kembalikanlah." Sahut ayah Eka. Esok nya lomba puisi pun
dimulai. Eka sangat bersemangat mengikuti lomba itu. Berbeda dengan Eka, Ana
kelihatan sangat sedih. Eka membuat puisi sebagai berikut:
Ayah
Kau selalu menafkahi keluarga
Kerja banting tulang tanpa lelah
Untuk anak mu yang kau cinta
Ayah
Kau tak pernah lupa janji mu
Untuk selalu memberi yang terbaik
Bagi ibuku dan aku
Ayah
Jerih payahmu tak kau hiraukan
Dan aku kan selalu mengenangmu
Sampai kapanpun itu
Ana pun tidak bisa berfikir untuk membuat puisi. Dia pun tidak lolos karena
waktunya sudah habis. Saat pengumuman. Ternyata juara 1 adalah Eka. Fendi dan
Reni sayang senang mendengarnya. Begitupun Eka. Tapi Eka masih bingung apa yang
membuat Ana menjadi sedih. Eka pun teringat kalau anting Reni kan hilang. Eka
bergegas menemui Reni dan setibanya Ana berkata. "Sudah puas kamu bikin
aku sedih!" "Aku nggak ingin ngomong masalah itu. Aku hanya ingin
mengembalikan ini." Ana membuka kertas itu dan didalamnya ada antingnya
yang hilang itu. "Anting aku kok bisa adadl di kamu?" Tanya Ana.
"Ayahku menemukannya di TPA. Aku tau bahwa itu punyamu dan ku kembalikan
deh." Ana pun terharu mendengar perkataan Eka. Ana pun langsung memeluk
Eka dan berkata. "Maafkan aku ya Ka. Selama ini aku udah jahat banget sama
kamu. Hatimu sangat baik sekali. Aku gak tau harus berbuat apa. Sekali lagi
terima kasih." Eka hanya bisa tersenyum dan kemudian Eka dan Ana menjadi
sahabat baik selamanya....